aku tidak pernah mau memiliki rasa ini, jujur yang tersembunyi. yang tak pernah bisa terungkapkan setelah lama bersembunyi. aku juga tidak mengerti mengapa aku bisa mempunyai rasa seperti ini. ada sesuatu hal yang aku rindukan dari kejauhan, sesuatu yang selalu ada difikiranku setiap kali aku mengingat dan teringat. mungkinkah aku.......
sampai sekarang aku tidak mengerti , aku seperti kehilangan sosok orang terhebatku. orang yang selalu aku amati dalam diam, orang yang membuatku tersenyum saat melihatnya. aku juga tidak pernah mengerti mengapa ada sesuatu yang kurang saat aku tidak mengetahui kabar orang tersebut. padahal aku siapa dan dia siapa, kita tak pernah saling mengenal. dia... dia yang membuatku bangkit saat terjatuh lewat satu hingga dua patah kalimat yang ditulisnya pada media sosial, aku juga tidak pernah mengerti selama ini ternyata aku telah termotivasi oleh semua kalimat kalimatnya yang ia tulis. aku sadar sekarang aku tidak hanya menyukai semua kalimatnya namun aku menyukainya saat pertama kali aku memandang wajahnya. nyatanya rasa ini memang benar ada rasa kehilangan, sangat kehilangan. aku hanya satu orang dari sejuta orang yang ada disekelilingnya yang selalu ingin tau keberadaannya. memang, aku dan dia menatap langit yang sama, tapi kita tidak pernah menatap langit pada satu tempat yang sama.
mengapa ya, mengapa rasa ini masih bertahan hingga saat ini. rasa yang berbeda yang aku rasakan semenjak lima tahun yang lalu. sepertinya aku tidak pernah terbangun dari dunia fana ku, sepertinya selama ini aku mempertahankan sesuatu yang tidak jelas, dan sepertinya aku telah membuang waktuku selama bertahuh tahun untuk mempertahankan sesuatu yang tidak pernah ada dan terlihat.
salah.... sepertinya aku memang sudah salah menaruh rasa, membuka pintu hati pada orang yang tidak mengenalku. tapi yang aku tau, aku tidak pernah salah saat aku merasa kebahagiaan dalam sosok dirinya.
sampai sekarang aku tidak mengerti , aku seperti kehilangan sosok orang terhebatku. orang yang selalu aku amati dalam diam, orang yang membuatku tersenyum saat melihatnya. aku juga tidak pernah mengerti mengapa ada sesuatu yang kurang saat aku tidak mengetahui kabar orang tersebut. padahal aku siapa dan dia siapa, kita tak pernah saling mengenal. dia... dia yang membuatku bangkit saat terjatuh lewat satu hingga dua patah kalimat yang ditulisnya pada media sosial, aku juga tidak pernah mengerti selama ini ternyata aku telah termotivasi oleh semua kalimat kalimatnya yang ia tulis. aku sadar sekarang aku tidak hanya menyukai semua kalimatnya namun aku menyukainya saat pertama kali aku memandang wajahnya. nyatanya rasa ini memang benar ada rasa kehilangan, sangat kehilangan. aku hanya satu orang dari sejuta orang yang ada disekelilingnya yang selalu ingin tau keberadaannya. memang, aku dan dia menatap langit yang sama, tapi kita tidak pernah menatap langit pada satu tempat yang sama.
mengapa ya, mengapa rasa ini masih bertahan hingga saat ini. rasa yang berbeda yang aku rasakan semenjak lima tahun yang lalu. sepertinya aku tidak pernah terbangun dari dunia fana ku, sepertinya selama ini aku mempertahankan sesuatu yang tidak jelas, dan sepertinya aku telah membuang waktuku selama bertahuh tahun untuk mempertahankan sesuatu yang tidak pernah ada dan terlihat.
salah.... sepertinya aku memang sudah salah menaruh rasa, membuka pintu hati pada orang yang tidak mengenalku. tapi yang aku tau, aku tidak pernah salah saat aku merasa kebahagiaan dalam sosok dirinya.
Komentar
Posting Komentar